Headlines News :

Everything that might be interesting

Cerpen, Kecantikan, Naskah Drama, Novel, pantun, Puisi, Resep,Tips & Trik
Home » » CERPEN REMAJA TERUNIK 2014 SESSION THREE ( 3 )

CERPEN REMAJA TERUNIK 2014 SESSION THREE ( 3 )

Written By Unknown on Tuesday, July 8, 2014 | 7/08/2014

                    INDAG

 

 

 

KERUDUNG PUTIH ITU………?????

 

Tapi dengan pikir panjang, ku masukan kembali bross imut itu. Biarlah bunga merayakan ulang tahunnya dengan mandi pujian dan sanjungan. Toh ia tak membutuhkan aku lagi.

Hari ini masih sama seperti kemarin. Aku tetap mendiaminya aku selalu tak menghiraukan penjelasannya, kuanggap itu sebuah taktik untuk kembali menjeratku. Aku tak akan terjebak lagi.

Jujur.... kalau boleh jujur.... dari wajahnya tercermin kalau ia tulus meminta maaf. Tapi jika ku ingat kebaikannya beberapa hari yang lalu,ingin rasanya memaafkan nya. Tapi jika ku ingat kebusukan hati nya, rasanya tak ada tempat lagi untuknya.

“maafkan saja lah selvi, alfiah gak salah.” Rini membuyarkan lamunan ku.

“ aku tetap saja diam, tak peduli apa pembelaan teman – temanku.” Teman – teman ku tak mengerti akan sakit nya perasaan ku, karena penghianatan dari bunga. “Oh bunga.... jujur kau begitu indah di pandang, seperti bunga mawar yang harum, cantik, anggun namun duri – duri mu yang menusuk hatiku sampai sesakit ini... .mengapa hati mu tak secantik parasmu....!!

“sel, kok malah ngelamun, alfiah sudah cerita semuanya padaku dan kami pun akhirnya tahu bagaimana kejadian yang sesungguhnya.”

“jika kalian semua sudah tahu, kenapa kalian tetap membela gadis cantik berhati sombong itu? Di suap berapa juta kalian!! Kalian membelanya karena dia anak orang kaya – raya bukan, dan sebaik nya kalian pergi ?”

“astaghfirrullahhal’azim sel, itu sama sekali tidak benar, kami sama sekali gak pernah berfikiran seperti itu, yang jelas adalah alfiah memang tidak bersalah dalam masalah ini, dan kami pun tak menyalahkan mu, dengar kan aku sekali lagi sel, alfiah tak bermaksud menyakitimu, kerudung itu adalah pemberian dari keluarganya dan keluarganya sangat ingin alfiah memakai kerudung itu. Jadi memang tak ada pihak yang patut di salahkan.”

“ingat selvi.... ini sudah tiga hari kalian tak bertegur sapa. Cepatlah berbaikan!! Kami mohon .... kami gak mau kita terpecah belah hanya karena selembar kerudung. Kerudung memang indah bahkan sangat indah, rasullullah pun mengajarkan dari istri – istri nya , anak – anak nya sampai ke cucunya berkerudung. Untuk menutupi aurat nya dari pandangan laki – laki. Tapi ingat sel perdamaian jauh lebih indah. Dan satu lagi. Allah saja maha pemaaf meski pun umat – umat nya selalu mengulangi perbuatan nya lagi, masa’ kamu egak bisa memaafkan bunga ??? kamu mengerti kan sel..?!

“ iya – iya... Sudah selesaikan ??? ku persilakan kalian kembali ke kampus!” ya menurut ku memang benar juga perkataan aris, bahwa perdamaian itu lebih indah. Ya tuhan betapa malu nya aku,ampuni aku tuhan ??? Akulah yang bersalah dan aku lah yang harus meminta maaf pada bunga.”

“Tapi ... aku harus bagaimana, aku malu jika harus meminta maaf.. akan tetapi.. minta maf gak ya...”

“selvi.. tunggu sebentar!” bunga menghentikan langkah ku.

“kita perlu bicara dan masalah kita perlu di selesaikan.” Pintanya sedikit memohon.

“ iya. Aku menganggukan kepala ku.

“sel, sebetulnya begini.... kerudung itu adalah pemberian nenek ku sebagai hadiah ulang tahun ku. Beliau sangat ingin melihatku memakainya hari itu juga. Aku tentunya tak kuasa menolak keinginannya. Bukannya aku tak menghargai kamu selvi?? Tapi gak ada salahnya kan jika aku memenuhi permintaan itu di usia lanjutnya. itu sesungguhnya yang terjadi. Aku berharap kamu percaya sel...! Maafkan aku dan ijinkan aku tetap menjadi sahabat sejatimu...”

“iya bunga, aku pun minta maaf. Aku terlalu egois dan berprasangka buruk terhadap dirimu dan jika aku tahu kejadian sebenarnya tentunya ta’kan ku korbankan persahabatan kita.”

ya tuhan.... seolah – olah aku memang baru mengetahui kejadian sebenarnya darinya saat itu. Dan apakah sudah terlambat jika aku memintamu untuk kembali menjadi sahabat sejati mu bunga???

“ iya selvi,aku bersedia.”

“Dan apakah aku juga terlambat jika aku mengucapkan “selamat ulang tahun sahabat ku bunga, semoga allah selalu melimpahkan rahmatnya untuk mu. Ini ada kenang – kenangan dari ku. Sebenarnya ingin kuberikan kemarin dulu, tapi syaitan telah membuatku mengurungkan niat itu. Please bunga, Aku mohon jangan dilihat nilai materinya tapi lihatlah nilai kasih sayangnya. Ku harap kamu mengerti maksud ku?”.

“iya sel, ku buka ya.... jadi penasaran ni isi nya apaan. “lucu sekali”.... bros kucing, aku pakai ya?” bagaimana bagus tidak?

“ya tuhan, sangat indah dan bagus di pakai sama seseorang secantik kamu bunga?”

“ah selvi, kamu lebay... Setiap wanita atau perempuan itu pasti lah semua cantik. Oya apakah setelah ku pakai bros kucing ini kau akan memanggilku kucing.. pus... pus...puss gitu?”

“haaa....haaa....haaa....haa.... ada – ada aja kau ini bunga. Kami tertawa lebar. Tentu tidak bunga, kau bukan lah kucing, tetapi kau adalah bunga yang selalu harum, indah, cantik, anggun, soleha dan mempesona itu lah dirimu.

“sel, kamu ini .... udah ahh jangan terlalu lebay gitu, oya aku punya sesuatu untukmu, terima lah.....!”

Kerudung itu.....”bunga, kau memberikan kerudung pemberian nenekmu padaku?”

“tidak sel ini kerudung yang sama dengan kerudungku. Pemberian nenek adalah kerudungku dan pemberianku adalah kerudungmu.”

“Tapi.... bagaimana bisa ada dua kerudung serupa, bukankah di toko itu hanya ada satu?” tanya ku penasaran.

“nenek ku membeli kerudungku itu minggu lalu di surabaya. Dan aku membeli kerudung ini di toko 2 hari yang lalu”

“benarkah ucapan mu bunga?”

“iya selvi apakah aku berbohong, atau tampang ku seperti orang penipu?”

“ya tidak la bunga, Aku menunduk malu. Memang tak bisa diingkari bahwa kerudung model apapun yang serupa bisa terdapat dimana saja. Dan bisa di pakai oleh siapa saja, bahkan bisa di pakai orang lain terlebih dahulu. Jadi tak ada lagi alasan bagiku untuk memusuhi orang yang memakai kerudung impianku. Mereka juga punya hak untuk memakai kerudung impian mereka. Dan aku sama bunga punya hak untuk mempunyai kerudung impian yang sama.

“sel, kok bengong?”

“ah bunga, tak apa.....bunga.” ku memanggilnya lagi....!

“iya sel ada apa?”

“bunga, ku terima kerudung putih yang indah ini sebagai tanda persahabatan kita. Akan ku jadikan ini kenangan abadi dalam hidup ku.tetaplah jadi sahabatku wahai bunga... dan tetaplah menjadi bunga yang indah dan membawa kebahagiaan wahai sahabat sejati ku.”

“kau juga selvi, jadi lah seorang sahabat ku.... 1 love you friendly.... Kami pun berpelukan dan tak ingin aku melepaskan pelukan ini... Harum sekali tubuhmu bunga...

SELESAI

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Counter

Free counters! HTML hit counter - Quick-counter.net
 
Support : Creating Website | Lidya | Ari Oki
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Everything that Might be Interesting - All Rights Reserved
Published by Ari Oki